evaluasi instrumen  

Senin, 05 April 2010

1. Jelaskan langkah-langkah pengembangan instrumen yang akan digunakan dalam mengevaluasi pembelajaran !
Jawaban :

Langkah-langkah penyusunan dan pengembangan instrument adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan sintesis dari teori-teori yang dikaji tentang suatu konsep dari variabel yang hendak diukur, kemudian dirumuskan konstruk dari variabel tersebut. Konstruk pada dasarnya adalah bangun pengertian dari suatu konsep yang dirumuskan oleh peneliti.
b. Berdasarkan konstruk tersebut dikembangkan dimensi dan indikator variabel yang sesungguhnya telah tertuang secara eksplisit pada rumusan konstruk variabel pada langkah pertama.
c. Membuat kisi-kisi instrumen dalam bentuk table spesifikasi yang memuat dimensi, indikator, nomor butir, dan jumlah butir untuk setiap dimensi dan indikator.
d. Menetapkan besaran atau parameter yang bergerak dalam suatu rentangan kontinum dari suatu kutub ke kutub yang lain yang berlawanan, misalnya dari rendah ke tinggi, dari negative ke positif, dari otoriter ke demokratik daro dependen ke independen dan sebagainya.
e. Menulis butir-butir instrumen yang dapat berbentuk pernyataan atau pertanyaan. Biasanya butir instrumen yang dibuat terdiri dari atas dua kelompok yaitu kelompok butir positi ( Pernyataan mengenai ciri atau keadaan, sikap atau persepsi yang positif atau mendekat ke kutub positif ) dan kelompok butir negative ( Pernyataan mengenai ciri atau keadaan, persepsi atau sikap negative atau mendekat kekutub negatif).
f. Butir-butir yang telah ditulis merupakan konsep instrument yang harus melalui proses validasi, baik validasi teoritik maupun empirik.
g. Tahap validasi pertama adalah validasi teoritik, yaitu melalui pemeriksaan pakar atau melalui panel yang pada dasarnya menelaah seberapa jauh dimensi merupakan jabaran yang tepat dari dimensi, dan seberapa jauh butir-butir instrument yang dibuat secara tepat dapat mengukur indikator.
h. Revisi atau perbaikan berdasarkan saran dari pakar atau berdasarkan hasil panel.
i. Setelah konsep instrument dianggap valid secara teoritik atau secara konseptual, dilakukanlah penggandaan instrument secara terbatas untuk keperluan uji coba.
j. Uji coba instrument dilapangan merupakan bagian dari proses validasi empirik. Melalui uji coba tersebut, instrument diberikan pada sejumlah responden sebagai sampel uji cob yang mempunyai karakteristik sama atau ekuivalen dengan karakteristik populasi penelitian. Jawaban atau responden dari sampel uji coba merupakan data empiris yang akan dianalisis untuk menguji validitas empiris atau validitas kriteria dari instrument yang dikembangkan.
k. Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan kriteria baik kriteria internal maupun kriteria eksternal. Kriteria internal adalah instrument itu sendiri sebagai suatu kesatuan yang dijadikan kriteria, sedangkan kriteria eksternal adalah instrument atau hasil ukur tertentu di luar instrument yang dijadikan sebagai kriteria.
l. Berdasarkan kriteria tersebut diperoleh kesimpulan mengenai valid atau tidaknya sebuah butir atau seperangkat instrument. Jika menggunakan kriteria internal, yaitu skor total sebagai kriteria, maka keputusan pengujian adalah menegenai valid atau tidaknya butir instrument dan proses pengujiannya biasa disebut analisis butir. Dalam kasus lainnya, yakni jika kita menggunakan kriteria eksternal, yaitu instrumen atau ukuran lain di luar instrumen yang dibuat atau dijadikan kriteria, maka keputusan pengujiannya adalah mengenai valid atau tidaknya perangkat instrumen sebagai sutau kesatuan.
m. Untuk kriteria internal atau validitas internal, berdasarkan hasil analisis butir, maka butir-butir yang tidak valid dikeluarkan atau diperbaiki untuk di uji coba ulang, sedangkan butir-butir yang valid dirakit kembali menjadi sebuah pernagkat instrument untuk melihat kembali validitas kontennya berdasarkan kisi-kisi. Jika secara konten butir-butir yang valid tersebut dianggap valid atau memenuhi syarat, maka perangkat instrument yang terakhir ini menjadi instrument final yang akan digunakan untuk mengukur variabel penelitian.
n. Selanjutnya dihitung koefisisen reabilitas. Koefisien reabilitas dengan rentangan nilai (0-1)adalah besaran yang menunjukkan kualitas atau konsistensi hasil ukur instrument. Makin tinggi koefisien reabilitas, maka makin tinggi pula kualitas instrument tersebut. Mengenai batas nilai koefisien yang dianggap layak tergantung pada presisi yang dikehendaki oleh suatu penelitian. Untuk itu, dapat merujuk pendapat-pendapat yang sudah ada, karena secara eksak tidak ada table atau distribusi statistik mengenai angka realiabilitas yang dapat dijadikan rujukan.
o. Perakitan butir- butir instrument yang valid untuk dijadikan instrument final.


2. Buatlah contoh instrumen yang akan digunakan untuk kemampuan atau aspek perkembangan siswa kelas I SD !
Jawaban :

Kerjakan Soal-soal berikut dengan tepat !


No. Soal Jawaban
1. Aku adalah sebuah bilangan
Aku lebih dari 5
Tetapi kurang dari 7
Bilangan berapakah aku Jawab :
Aku adalah bilangan……..

2. Aku adalah sebuah bilangan
Aku lebih dari 12
Tetapi kurang dari 14
Bilangan berapakah aku Jawab :
Aku adalah bilangan……..

3. Aku adalah anggota bilangan loncat 4
Yang dimulai dari 1
Aku berada pada urutan ke empat
Bilangan berapakah aku Jawab :
Aku adalah bilangan……..

4. Aku adalah anggota bilangan loncat 2
Yang dimulai dari 6
Aku berada pada urutan ke tiga
Bilangan berapakah aku Jawab :
Aku adalah bilangan……..


Aspek Nilai paraf
 Penalaran
a. Kemampuan menemukan cara penyelesaian soal
b. Ketepatan cara/jawaban

 Komunikasi
a. Kemampuan menuliskan/menyampaikan
b. Ketepatan langkah-langkah pengerjaan
Rata-rata


Keterangan :
A = skor 81-100
B = skor 71-80
C = skor 61-70

3. Buatlah contoh instrumen yang akan digunakan untuk mengevaluasi kemampuan bercerita siswa kelas IV SD !
Jawaban :


Cerita !

“ KEGEMARANKU “

Kakakku suka sekali berenang. Ia berenang setiap hari Sabtu. Ia selalu mengajariku tetapi aku selalu menolak karena tak bisa berenang. Namun kakak tidak pernah bosan mengajakku.
Suatu hari, kakak mengatakan bahwa ia akan mengajariku berenang jika mau menemaninya. Akhirnya akau mau juga. Kami pergi bersama-sama ke kolam renang. Setelah berganti pakaian renang, aku dan kakak melakukan pemanasan. Lalu kakak mencebur ke kolam. Ia mengulurkan tangannya. Ia memintaku masuk ke kolam, aku takut sekali. Kata kakak, aku pasti bisa!. Kakak janji akan memegangiku. Lalu, aku masuk ke kolam.
Kakak mengajariku berenang sambil memegangku. Ku cipak-cipakkan kakiku kugerakkan tanganku, pelan-pelan kakak melepaskan tangannya. Kata kakakku aku harus tenang. Lam-lam, aku mengambang dan berenang sendiri. Wah, ternyata aku bisa !

Jawablah pertanyaan yang berkaitan dengan kegemaran !

1. Apa kegemaranmu ?
2. Mengapa kamu suka pada kegemaranmu itu ?
3. Sejak kapan kamu mulai menyukai kegemaranmu ?
4. Bagaimana awalnya kamu menyukai kegemaranmu itu ?
5. Saat kapan saja kamu melakukan kegemaranmu ?
6. Bagaimana rasanya




4. Buatlah contoh instrumen yang akan digunakan untuk mengevaluasi kemampuan psikomotor siswa kelas IV SD !
Jawaban :

Design by Blogger Buster | Distributed by Blogging Tips